Kamis, September 24Selamat datang di Mesin Cah Bagus
Shadow

Program Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat – Kemenristekdikti 2019 – Mesin Penggoreng Semi Otomatis dan Mesin Peniris Keripik Tempe – UKM Keripik Tempe Sepande

KONSISTENSI DOSEN TEKNIK MESIN UNESA DALAM PROGRAM PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA UKM KERIPIK TEMPE SEPANDE SIDOARJO

Sidoarjo merupakan pusat dari berbagai jenis budaya termasuk makanan, memiliki penjual atau produsen makanan khas dari berbagai daerah salah satunya adalah tempe yang diproduksi dan dikembangkan oleh UKM. Kampung tempe adalah kampung yang terkenal akan produksi olahan tempe yaitu keripik tempe asli Sidoarjo. Salah satu sentra produksi tempe terbesar di Sidoarjo adalah UKM Keripik Tempe milik Bapak Muhammad Yahya dan Bapak Poniran yang beralamat di Desa Sepande RT/RW 004/001, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Berdasarkan observasi di kedua UKM di atas ddapat diketahui bahwa proses pembuatan keripik tempe ini menggunakan cara yang sederhana, yakni tempe batangan di iris hingga tipis-tipis menggunakan pisau. Campur adonan dasar untuk lapisan irisan tempe tipis seperti tepung beras, tepung tapioka, telur ayam, air dan untuk bumbu halus keripik tempe (kemiri, ketumbar, garam, bawang putih, daun jeruk). Celup tiap lembaran tempe dalam adonan hingga menutupi permukaan tempe, angkat dan tiriskan. Lanjutkan dengan goreng hingga kering dan berwarna kuning kecoklatan, angkat, tiriskan dan dinginkan. Masukkan keripik tempe ke dalam plastik, tutup rapat dan siap untuk dipasarkan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Pak Yahya dan Pak Poniran  yaitu dalam proses penggorengan keripik tempe dan proses penirisan kerpik tempe. “Selama Proses penggorengan keripik tempe ini dilakukan dengan menggunakan wajan kecil berdiameter 60 cm yang diletakkan di atas kompor gas. Hal ini menyebabkan keripik tempe rawan gosong dan udara panas selama penggorengan menyebabkan karyawan kelelahan karena kepanasan dan dehidrasi. Dalam proses penggorengan 4 kg keripik tempe membutuhkan waktu 4-5 jam keripik tempe, hal ini sangat melelahkan” kata Pak Yahya. Selain Pak Poniran juga menjelaskan bahwa proses penirisan keripik tempe hanya didiamkan pada wadah anyaman bambu sederhana sehingga kurang efektif dan efisien.

Melihat permasalahan kedua UKM keripik tempe tersebut, dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya         yaitu Dr. Djoko Suwito, M.Pd., Wahyu Dwi Kurniawan, M.Pd., dan Akhmad Hafizh Ainur Rasyid, M.T. sepakat untuk membantu UKM mitra melalui Program Penerapan Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2019. Melalui program ini, permasalahan UKM mitra akan diselesaikan dengan menerapkan mesin penggoreng semi otomatis dan mesin spinner. Berdasarkan hasil implemetasi mesin tersebut, memberikan banyak dampak bagi UKM mitra diantaranya:

  1. Proses penggorengan menjadi lebih praktis dan tidak khawatir gosong karena suhu minyak dapat terkontrol.
  2. Menghemat konsumsi LPG yang semula 2 hari menjadi 4 hari.
  3. Proses penirisan menjadi lebih efektif
  4. Meningkatkan kualitas produk keripik tempe karena kandungan minyak pada keripik dapat diminimalkan dengan menggunakan mesin spinner.  
  5. Meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan.
  6. Meningkatkan produktivitas UKM mitra yang semula 10 kg/hari menjadi 15 kg/hari.

“Program semacam ini sangat penting bagi pemberdayaan UKM karena kontinyuitas usaha akan tetap terjagaa dan dapat terus berkembang dalam era 4.0 seperti sekarang ini. Terimakasih Ristekdikti yang telah mendanai kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik”. kata Dr. Djoko Suwito, M.Pd, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Klik untuk mulai WA
Hallo !!! Ada yang bisa dibantu
Hallo !!! Ada yang bisa dibantu
Klik tombol panah kirim untuk memulai...