![]()
Hampir semua orang sepakat, kerupuk adalah camilan legendaris dan sahabat setia di setiap meja makan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak jenis, kerupuk ikan payus memiliki tempat istimewa di hati para penikmatnya berkat cita rasanya yang gurih, khas dan teksturnya yang renyah. Di Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di kawasan Tambak Cemandi, denyut nadi perekonomian lokal salah satunya ditopang oleh para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memproduksi kerupuk ikan payus ini.
Namun, di balik setiap kerenyahan kerupuk yang kita nikmati, terdapat serangkaian proses produksi yang panjang dan menuntut ketelitian. Salah satu tahap paling krusial dan seringkali menjadi kendala adalah proses pengukusan adonan. Proses inilah yang menentukan tekstur akhir dan kualitas kerupuk. Sadar akan tantangan ini, sebuah kolaborasi strategis lahir untuk memberdayakan UKM lokal.

Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat, CV. Cahaya Berkah Gusti, sebuah perusahaan yang berfokus pada rekayasa dan manufaktur, bergandengan tangan dengan tim akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk menciptakan sebuah terobosan: mesin pengukus kerupuk semi-otomatis yang dirancang khusus untuk UKM Kerupuk Ikan Payus Tambak Cemandi.
Mengupas Tantangan Produksi Kerupuk Tradisional
Sebelum adanya inovasi ini, para pelaku UKM di Tambak Cemandi mengandalkan metode pengukusan konvensional. Metode ini memiliki beberapa tantangan signifikan yang menghambat pertumbuhan usaha mereka:
- Inkonsistensi Panas: Pengukusan dengan dandang atau alat tradisional seringkali menghasilkan panas yang tidak merata. Akibatnya, sebagian adonan bisa matang sempurna, sementara bagian lainnya kurang matang atau bahkan terlalu matang (lembek). Hal ini berdampak langsung pada kualitas dan tingkat kegagalan produk.
- Kapasitas Terbatas: Ukuran alat yang terbatas membuat produksi dalam jumlah besar menjadi tidak efisien. Pelaku usaha harus melakukan proses pengukusan berulang kali, yang tentunya memakan banyak waktu dan tenaga.
- Membutuhkan Pengawasan Penuh: Proses manual menuntut seorang pekerja untuk terus menerus mengawasi api dan durasi pengukusan, sehingga tidak bisa melakukan tugas produksi lainnya secara bersamaan.
- Waktu Produksi yang Lama: Kombinasi dari kapasitas kecil dan proses manual membuat siklus produksi secara keseluruhan menjadi lebih panjang, membatasi jumlah produk yang bisa dihasilkan setiap harinya.
Solusi Inovatif: Mesin Pengukus Semi-Otomatis
Menjawab tantangan tersebut, CV. Cahaya Berkah Gusti bersama tim dosen dan mahasiswa UNESA merancang sebuah mesin yang tidak hanya modern tetapi juga tepat guna, sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Mesin pengukus ini membawa serangkaian keunggulan yang menjadi game-changer bagi UKM kerupuk ikan payus.

Fitur Unggulan dan Manfaat Nyata:
- Peningkatan Kapasitas Produksi Drastis: Mesin ini didesain dengan ruang pengukusan yang jauh lebih besar. Hal ini memungkinkan para pelaku usaha untuk mengukus adonan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dalam satu siklus. Produksi skala besar kini bukan lagi angan-angan.
- Distribusi Panas Merata dan Konsisten: Inilah kunci utama dari inovasi ini. Dengan penerapan teknologi pemanasan yang cermat, mesin ini memastikan uap panas tersebar secara merata ke seluruh bagian adonan. Hasilnya adalah adonan kerupuk yang matang sempurna dan seragam (homogen), menekan angka produk gagal dan meningkatkan kualitas rasa secara signifikan.
- Efisiensi Waktu dengan Fitur Timer Otomatis: Salah satu fitur paling membantu adalah pengatur waktu (timer) otomatis. Pelaku usaha cukup mengatur durasi pengukusan yang diinginkan, dan mesin akan bekerja sesuai perintah. Ini membebaskan waktu dan tenaga kerja. Sambil menunggu proses pengukusan selesai, pekerja dapat fokus pada tahap produksi lainnya seperti menyiapkan adonan berikutnya atau proses penjemuran.
- Efektivitas dan Produktivitas Produksi: Gabungan dari semua fitur di atas bermuara pada satu hal: peningkatan efektivitas produksi secara menyeluruh. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kerupuk menjadi jauh lebih singkat, memungkinkan UKM untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih besar dengan lebih cepat.
Dampak Positif bagi Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Kehadiran mesin pengukus kerupuk ikan payus ini lebih dari sekadar bantuan alat. Ini adalah wujud nyata sinergi antara dunia industri (CV. Cahaya Berkah Gusti) dan akademisi (UNESA) untuk memberdayakan ekonomi lokal. Dengan produksi yang lebih efisien dan berkualitas, UKM Kerupuk Ikan Payus Tambak Cemandi kini memiliki peluang lebih besar untuk:

- Meningkatkan Pendapatan: Kemampuan memproduksi lebih banyak dengan kualitas terjamin membuka pintu untuk omzet yang lebih tinggi.
- Memperluas Jangkauan Pasar: Produk berkualitas konsisten lebih mudah diterima oleh pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional.
- Meningkatkan Daya Saing: Di tengah persaingan industri makanan ringan, efisiensi dan kualitas adalah kunci untuk bertahan dan berkembang.
Kolaborasi ini menjadi contoh cemerlang bagaimana teknologi tepat guna dapat menjadi akselerator pertumbuhan bagi sektor UKM di Indonesia, membantu mereka naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.