Rabu, Februari 4Selamat datang di Mesin Cah Bagus
Shadow

Sinergi dengan Universitas Negeri Surabaya, CV. Cahaya Berkah Gusti Turut Andil dalam Pembuatan Mesin Pemeras Susu Otomatis

Loading

Ditengah hiruk pikuk perkotaan ternyata tak menghalangi Pak Hajir untuk mengembangkan usaha susu perah. Berada di Desa Ngolom, Kecamatan Taman, Sidoarjo usahanya cukup berkembang mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar akan ketersediaan susu sapi segar yang higienis.

Banyaknya limbah organik dari ubi dan ampas tahu dari usaha masyarakat sekitar dimanfaatkan Pak Hajir untuk memenuhi pakan sapi yang beliau rawat. Dan ternyata, pakan tersebut lebih berdampak baik bagi kesehatan sapi-sapi tersebut sehingga mampu tumbuh sehat dan menghasilkan susu sapi yang berlimpah.

Program hibah mesin pemeras susu ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya tahun 2025 dengan menggandeng Kampoeng Ternak Susu Sapi Cah Hajir sebagai mitra. Mesin tersebut dirancang khusus guna meningkatkan efisiensi, higienitas dan produktivitas hasil perah susu sapi.

“Kalau sebelumnya memerah satu ekor sapi bisa makan waktu hingga 20 menit, kini cukup 5 menit saja dengan mesin ini. Produksi susu bisa naik 15–20 persen, kualitasnya juga lebih terjamin karena prosesnya higienis,” jelas Muamar Zainul Arif, ketua tim pengabdian dari UNESA.

Mesin pemeras susu otomatis adalah sebuah sistem mekanis yang dirancang untuk memerah susu sapi perah tanpa memerlukan campur tangan manusia secara langsung dalam proses pemerahan. Berbeda dengan metode pemerahan manual yang mengandalkan kekuatan tangan, mesin ini menggunakan kombinasi vakum dan pulsasi untuk menstimulasi puting sapi dan mengeluarkan susu secara efisien dan higienis.

Sehingga selain mempermudah pekerjaan peternak, mesin ini juga membantu menjaga kesehatan sapi. Pemerahan yang dilakukan dengan sistem lebih konsisten dan lembut sehingga mengurangi risiko stres dan penyakit ambing. Dari kegiatan ini diharapkan Dampak ekonomi juga diharapkan meningkat signifikan. Peternak bisa menekan biaya operasional, meningkatkan omzet hingga 30 persen, bahkan mengembangkan produk olahan susu baru seperti yogurt, keju, hingga es krim.

Tak hanya itu, program ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga mereka bisa belajar langsung di lapangan.

Berawal pada usaha pemerahan susu sapi di Desa Ngolom, diharapkan program ini juga berkelanjutan serta dapat diadopsi pada daerah lain di Indonesia. Sehingga kesejahteraan usaha peternak susu sapi kian terjamin dan kebutuhan akan pangan bergizi tercukupi untuk generasi emas Indonesia dimasa yang akan datang.